The Art of Selfasking (Part 1)
“Kemarin Saya melewati jalan Ganesha dan ada pameran buku-buku bagus di sana”
…….
Apa yang Anda pikirkan?
Yes! beberapa mungkin bertanya-tanya…
“Kemarin itu tepatnya kapan?”
“Buku-buku apa yang dipamerkan?”
“Sebagus apa sih buku-buku nya?”
“Mahal-mahal gak?”
atau….
Malah tidak meRESPON apa-apa tentang PERNYATAAN saya di atas.
Oke, sekarang saya ganti menjadi PERTANYAAN:
“Adakah salah satu dari Anda yang melewati jalan ganesha kemarin, dan melihat pameran buku-buku yang bagus?”
Yes! Saya yakin sebagian besar dari kita akan memberi RESPON.
Memangnya ada apa dengan RESPON?
Mungkin beberapa dari kita tentu mengetahui teori Stimulus-Respon, betul? oke, kita tidak akan banyak bicara teori nya. yang penting di sini adalah Apa hubungan Stimulus-Respon dengan judul tulisan ini sebenarnya? apa itu Selfasking?
wowowow…. sabar! mari kita bahas satu-persatu ya…
Mari kita mulai dari yang namanya Selftalk. Selftalk merupakan berbicara pada diri sendiri, kalo Breadtalk, merupakan toko roti. (lho?) hehe.. just kidding.
Setiap hari kita ternyata kita memiliki selftalk 55.000-65.000 selftalk sehari. WOW!!
dan yang lebih WOW!! nya lagi adalah, ternyata 60% nya adalah selftalk negatif. WOW!! Banget kan?
dan yang lebih lebih lebih WOW!! lagi adalah, “Belief System” kita memang kebanyakan dipengaruhi oleh Selftalk yang kita miliki.
dan Belief System inilah yang menentukan karakter kita.
Selftalk positif –> Belief system positif –> Karakter positif
Selftalk negatif –> Belief system negatif –> Karakter negatif
dan sekarang tentunya kita semua tahu apa yang harus kita lakukan kan?
melihat kenyataan di atas, mungkin jadi muncul pertanyaan, “Bagaimana mengatur selftalk agar senantiasa positif?”
Yes! kita bisa mengatur selftalk (baca: selftalk yang terdeteksi) agar senantiasa positif. setidaknya dengan kita lebih mawas diri, kita bisa meningkatkan jumlah selftalk yang bisa kita deteksi. plis deh! 65.000 selftalk sehari gitu! mau di deteksi semua? hehe..
dengan mawas diri itulah kita bisa MEREKAYASA selftalk kita agar senantiasa positif.
pas hujan… “Duh hujan!!” eiits! kemawasan diri kita meningkat dan kita REKAYASA selftalk kita, “Wah, justru kalo hujan-hujan gini kamar Gua jadi lebih adem nih! jadi bisa lebih enak tidur siangnya… hehe…”
Yes! itu merupakan salah satu bentuk REKAYASA yang bisa kita lakukan. atau istilah kerennya adalah Selftalk Engineering (hoho…)
Yang jelas, meningkatkan MAWAS diri adalah langkah PERTAMA menuju perubahan selftalk yang lebih positif, lalu dilanjutkan dengan melakukan REKAYASA pada selftalk tersebut.
Setelah kita sudah cukup mahir dalam MAWAS selftalk barulah kita bisa maju ke langkah selanjutnya untuk lebih MAHIR dalam MEREKAYASA selftalk dengan SELFASKING. apa itu selfasking?
Jangan penasaran ya
(to be continue)



