Terangi hati dan pikiran, untuk kehidupan yang lebih baik

The Art of Selfasking (Special Add-ition)

Bismillah.. :)

Melihat begitu besar minat teman-teman dalam memahami dan mempraktekkan Selfasking dalam kehidupan sehari-hari, maka saya ingin sharing kembali… sekedar menambahkan beberapa bentuk Selfasking yang saya gunakan, terutama saat saya sedang dioperasi, pra oprasi dan pasca operasi :)

Tepat pada tanggal 30 Juni 2011, saya kembali ke Jakarta. niatnya sih cuma berlibur agar terapi berendam air panas ala tukang urut yang saya datangi di Bandung bisa dibantu oleh keluarga. namun keesokan harinya, saya dibawa oleh Ibu ke sebuah klinik bernama ‘Halimun Medical Center’. bukan bermaksud promosi, tapi memang tempatnya bagus. dokter, perawat dan semua karyawannya sangat bersahabat dan penuh rasa kekeluargaan. anda bisa mencarinya di kawasan manggarai.

Setelah dilakukan beberapa tes di kaki kiri saya, disentuh dan dicari sumber sakitnya, maka dokter pun berucap bahwa hal yang terjadi pada saya ini merupakan hal yang jarang terjadi. karena itu dia belum bisa memberikan jawaban, karena dia harus konsultasi dulu dengan kolega beliau di Jepang.

“Mau direndam air panas? wah jangan! nanti malah tambah lebar memarnya.. apalagi diurut.. itu ototnya yang robek bisa makin luas..”

Anda tau apa yang saya rasakan saat itu? seketika agak terkejut, lemas, dsj (dan sejenisnya)

Saat itulah saya coba menggunakan selfasking..

“Apa makna lain yang lebih baik dari ‘penyakit yang jarang terjadi’?”

seketika itulah termunculkan kata “Spesial” dalam benak saya. dan penyakit yang spesial, tentunya hanya akan diberikan oleh-Nya pada orang-orang yang spesial agar kespesialannya bertambah. (amin!)

Alhamdulillah… “kelemasan” saya pada hari itu cukup terobati.

Selepas azan maghrib hari itu, saya kembali dikejutkan oleh kabar dari dokter untuk melakukan operasi esok hari jam setengah enam pagi. akhirnya, pada malam itu juga, saya diminta untuk melakukan beberapa tes darah pra operasi. untuk hal ini, Alhamdulillah, entah mengapa terkesan biasa saja bagi saya. mungkin karena sudah biasa melakukan pekerjaan laboratorium di lab farmakologi ya? >.<

keesokan harinya, saat dioperasi, tidak begitu banyak hal yang berhubungan dengan selfasking, jadi tidak perlu saya ceritakan juga ya :) toh saya juga sedang dalam keadaan anastesi parsial… saya lebih banyak berdoa untuk kesembuhan saya pada-Nya.

Pengalaman yang paling banyak menggunakan selfasking ialah saat pasca operasi. mungkin bagi anda yang pernah dioperasi tau rasanya… ketika obat penghilang rasa sakit itu mulai menghilang efeknya, dan bekas jahitan tsb mulai terasa sakitnya. tapi bukan berarti saya menakuti anda ya… tidak.. tidak sama sekali. karena memang hal ini adalah hal yang wajar bagi pasien pasca operasi. mata saya sembat berlinang air mata saat menahan rasa sakitnya.

cengeng? tidak. karena memang begitulah rasa nya. mungkin itulah mengapa banyak orang bilang,”kalau bisa gak usah operasi deh”. tapi ketika operasi itu memang merupakan jalan satu-satunya untuk kesembuhan.. why not? daripada sakit terus, mendingan sekit sebentar lalu kemudian sembuh, bukan? :) so? don’t worry be happy aja…

malam harinya, selepas shalat isya, saya mencoba istirahat.. membaringkan kaki saya di atas tempat tidur. tetap saja rasa sakit itu muncul dan membaut saya tidak bisa tidur diam… bergerak terus menahan nya.

Saya coba menggunakan selfasking..

“Bagaimana caranya agar setiap rasa sakit ini membuat saya semakin nyaman untuk tidur?”

apa yang terjadi sahabat? ya.. agak berkurang. alhamdulillah… namun tetap saja belum bisa membuat saya tidur nyenyak hingga pukul 12 malam. seketika itu juga saya coba ke kamar kecil, dan selepasnya dari sana, saya kembali tidur dan kembali melakukan selfasking…

“Hal apa saja yang patut saya syukuri dari kejadian ini?”

Seketika itu juga begitu banyak hal yang patut saya syukuri.. muncul dalam pikiran saya… memindahkan fokus saya yang awalnya berfokus pada ‘rasa sakit’ menjadi ‘rasa syukur’ pada-Nya yang membuncah (kang muvti, saya ambil vocab nya ya :P ), dan membuat diri saya tidur nyenyak hingga pukul 4 pagi.

yup! itulah sedikit pengalaman selfasking yang bisa saya bagikan. kini saya percaya, pertanyaan terbaik, ialah ketika kita bertanya dengan pertanyaan yang tepat, dan kepada Dzat yang tepat.

You’ll never alone. Ask Allah, and Allah will give it to us. it’s Allah’s promise.

Satu Tanggapan

  1. Padahal saya sering melakukan seperti yang anda lakukan tapi saya ga tau klo hal itu istilahnya Self Asking”

    ok, nice article

    perbanyak lagi yah

    ———————————–

    sudi mampir PERTAMINA

    Juli 19, 2011 pukul 8:52 am

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.