Terangi hati dan pikiran, untuk kehidupan yang lebih baik

Cahaya Mbah Din

Langkahnya lunglai, bergoyang saat sang angin menepuk punggung kakinya.

Lemas, karena hasil yang ia harapkan belum sesuai kenyataan.

Pagar kuning runcing menjadi temannya pagi itu.

Bunga matahari di sampingnya seakan ingin menghibur

 

Mushola An-Nuur, tempat ia sering mengaji.

Mengalihkan mata dari ratapan akan kegagalan.

Teringat kembali nasehat Mbah Din setiap bada maghrib.

“Mbah ingin kamu mengingat 1 hal ini terus nduk… Selamaaa hidupmu”

 

“Kalau kamu senang, jangan terlalu senang, dan ingat bersyukur”

“Kalau kamu sedih, jangan terlalu sedih, dan ingat bersabar”

“Supaya hidupmu bisa lebih bermakna nduk”

“Masih banyak yang lebih penting buat dilakukan daripada memikirkan kesenangan dan kesedihan mu sendiri”

 

Seakan kata2 itu kembali menggema di telinganya.

Menguatkan kakinya tuk kembali berdiri tegap sekuat baja.

Mbah Din benar, Dia pun membenarkannya.

Dan kebenaran itu kini bercahaya di dadanya.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.